Analisis Wacana Kritis Nilai-Nilai dan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini dalam Film “Frozen”

  • Qorina Widadiyah IAI BUNGA BANGSA CIREBON

Abstract

This study aims to analyze the values and character of early childhood development on "frozen" movie. Explanations and habits are not enough for children’s character development. Animated films can be used as an alternative medium to convey the character values in children. Through animated film titled "frozen", Educators are expected to find ease in developing the values of early childhood children’s character. There are 18 character values presented by “kemendiknas” they are, the religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, the spirit of nationalism, patriotism, recognize excellence, friendly and communicative, peace-loving, love reading, caring for the environment, social care, and the value of responsibility. The aspects of the character values, a thing that can be developed by the adults around children, among others to create and maintain religious harmony.


Keywords: critical discourse analysis; character values, character development; early childhood.


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai-nilai dan pengembangankarakter anak usia dini dalam film “frozen”. Pengembangannilai-nilai karakter tidak cukup hanya dengan penjelasan, dan kebiasaan. Film animasi dapat dijadikan alternatif media untuk menyampaikan nilai-nilai karakter pada anak. Melalui film animasi yang berjudul “frozen” ini,diharapkan dapatmemudahkan pendidik guna mengembangkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini.Terdapat 18 nilai-nilai karakter yang dipaparkan oleh “kemendiknas” meliputi, nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Aspek nilai-nilai karakter tersebut,merupakan hal yang dapat dikembangkan oleh orang dewasa disekitar anak antara lain untukmenciptakan dan mempertahankan kerukunan umat beragama.


Kata kunci: analisis wacana kritis; nilai-nilai karakter, pengembangan karakter; anak usia dini.


       

References

Eriyanto. (2009). Analisis wacana: pengantar analisis teks media. Yogyakarta: Lkis.
Georges S. M. (2007). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. (Terjemah Suci Romadhona & Apri Widiastuti). Jakarta: Indeks.
Harun, Rasyid. (2014). Pengantar paud pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Insan Madani.
Keep TV From Affecting Family Life. (Jan 14, 1987). Columbus Times, hlm. D3.
Kerukunan Umat Beragama Tahun 2015 Capai Poin 75,36. (Rabu, 10 februari 2016). Diambil tanggal 26 Oktober 2016. Kompas.com.
Kementrian Pendidikan Nasional. (2014).Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia nomor 137, tahun 2014, tentang standar nasional pendidikan anak usia dini.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2011).Panduan pelaksanaan pendidikan karakter. Jakarta: Badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum dan perbukuan.
Lickona, Thomas, (1991). Educating for character: how our schools respect and responsibility. New York: Bantam Books.
Lickona, Thomas. (2015). Mendidik untuk membentuk karakter.(Terjemah: Juma Abdu Wamaungo). Jakarta: Bumi Aksara.
Muhammad F. & Lilif Mualifatu K. (2016). Pendidikan karakter anak usia dini. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Nnenna O. F. (2014). Parent perceptions of character education in universal pre-kindergarten.ProQuest. UMI Number: 3627564.
Otib, S. H. (2014). Metode pengembangan moral dan nilai-nilai agama. Jakarta: Universitas terbuka.
Published
2020-02-28
How to Cite
WIDADIYAH, Qorina. Analisis Wacana Kritis Nilai-Nilai dan Pengembangan Karakter Anak Usia Dini dalam Film “Frozen”. Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 42-55, feb. 2020. ISSN 2549-0141. Available at: <http://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/hadlonah/article/view/59>. Date accessed: 11 aug. 2020.